Berita At-Taqwa

Halaman : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

 

Pendaftaran siswa Baby Program.

Posted on 20-02-10 by Admin

Sekolah At-Taqwa membuka pendaftaran Baby Program
a pendaftaran ini ditujukan untuk batita usia 1 tahun - 2.7 tahun.
Bagi Bapak/Ibu yang menginginkan putra-putrinya mendapatkan aktivitas
yang dapat membimbing tumbuh kembang anak, serta contoh yang baik,
segera daftarkan ke sekolah attaqwa mulai tanggal 15 Januari 2010, jam 08.00 - 11.00 wib.
bertempat di Kantor sekolah At-taqwa Jl. Griya Babatan Mukti Blok i/45C - Wiyung - Surabaya.
informasi lebih lanjut hubungi Telp. 031-7524443

Pendaftaran Murid baru 2010.

Posted on 13-02-10 by Admin

Sekolah At-Taqwa Baby Program - Play Group - TKIT - SDIT At-Taqwa menerima pendaftaran murid baru tahun pelajaran 2010 / 2011.

Pendaftaran dibuka melai tanggal 15 Januari 2010, jam 08.00 - 11.00 wib. bertempat di Kantor sekolah At-taqwa Jl. Griya Babatan Mukti Blok i/45C - Wiyung - Surabaya. informasi lebih lanjut hubungi Telp. 031-7524443

Kain Ihram = Kain Kafan untuk Bung Tomo .

Posted on 03-12-09 by Admin

Dalam rangka memperingati hari pahlawan, 10 November, KB-TK menyelenggarakan teaktrikal menggambarkan heroisme arek-arek Suroboyo yang berani bertempur habis-habisan melawan tentara Sekutu dan NICA. Walau berakhir dengan kehancuran dan menyebabkan ribuan rakyat Surabaya meninggal sebagai Syuhada’ atau Syahid.

 

Keberanian dan sifat pantang menyerah dari arek Suroboyo, dalam pertempuran 64 tahun silam, salah satunya karena disulut oleh orasi berapi-api dari Bung Tomo atau Sutomo. Seorang pemuda asli Surabaya yang terus-menerus memompa semangat juang arek Surabaya lewat pidatonya di radio dan mimbar umum.

 

Bung Tomo sendiri tidak gugur dalam pertempuran dahsyat itu. Justru Bung Tomo meninggal dunia di Padang Arafah pada 7 Oktober 1981, ketika ia menjalankan ibadah haji. Meski begitu Bung Tomo layak disebut syahid sekaligus pahlawan.

 

Pahlawan atau pejuang yang meninggal dalam pertempuran kerap dipandang sebagai syuhada’ atau syahid. Meninggal dalam keadaan syahid memang bermacam-macam, diantaranya Mati dalam peperangan memperjuangkan Agama Allah dan Mati dalam ibadah haji.

 

Mati dalam keadaan ihram memiliki keistimewaan dalam perawatan jenazahnya, yaitu dikafani dengan pakaian ihram yang ia kenakan. Bagi mereka yang wafat sedang berihram haji atau umrah, maka kain kafannya adalah kain ihram yang dipakainya.

 

Di akhir teatrikal, para siswa KBTK At Taqwa Surabaya mencoba memerankan situasi ketika Bung Tomo meninggal di Arafah. Kemudian mereka semua melakukan penghormatan terakhir kepada jasat Bung Tomo layaknya syahid dan pahlawan dengan memasangkan kain ihram sebagai kafannya.

 

Jadi pakaian ihram itu sendiri adalah kain kafan untuk jenazah. Bahkan lebih dari itu. Sebab orang yang berikhram terlebih dahulu mandi, sebagaimana jenazah orang mati juga dimandikan. Orang yang mati pergi menghadap Rabbnya, demikian juga orang yang berihram, ia pergi untuk menghadap Rabbnya.

 

Melalui kegiatan tersebut sekolah At Taqwa Surabaya ingin memberikan gambaran betapa sosok Sutomo atau Bung Tomo merupakan orang yang mulia, bukan saja di mata masyarakat Surabaya khususnya dan Indonesia pada umumnya. Bahkan insya’allah Bung Tomo mulia di sisi Allah. Bila ditinjau dari akhir hidupnya, beliau meninggal dalam kondisi suci berbalut kain ihram saat haji. Sungguh pahlawan sejati yang religius.

Lumut dapat mengurangi polusi udara .

Posted on 03-12-09 by Admin

Tiga langkah mengurangi polusi udara

Go 3 R (Reuse – Reduce – Recycle)

 

 

Apa 3 R itu ? Implementasi 3 R (Reuse – Reduce – Recycle) merupakan langkah awal yang harus kita lakukan dalam mengurangi pencemaran lingkungan. Reuse (menggunakan kembali) yaitu kegiatan penggunaan kembali sampah secara langsung, baik untuk fungsi yang sama atau fungsi lain, Reduce (Mengurangi) yaitu mengurangi segala sesuatu yang menyebabkan timbulnya sampah, Recycle (mendaurulang)  Yaitu memanfaatkan kembali sampah setelah mengalami proses pengolahan. Itulah pesan dari sepuluh kader lingkungan SDIT At-Taqwa Griya Babatan Mukti Wiyung dalam menghadapi Global Warming (Pemanasan Global) bersama dengan kader lingkungan hidup dari Inggris Mr. James beberapa waktu yang lalu (21/10/09).

            Selain itu kepedulian terhadap Global Warming juga ditunjukkan oleh sepuluh kader lingkungan SDIT At-Taqwa dengan mempraktekkan cara menumbuhkan Lumut di pohon sekolah. “Lumut kami pilih karena mampu menyerap polusi dengan tinggi dan tidak membutuhkan banyak tempat” kata Ustadzah Siti Layyinah Kepala SD At-Taqwa.

            Beliau menyatakan, ide tersebut muncul lantaran Indonesia merupakan negara ketiga dengan tingkat polusi udara tertinggi di Asia. Terlebih, Surabaya sebagai kota metropolis tentu akan memberi kontribusi tinggi terhadap pencemaran udara. Karena itu, Kader lingkungan sekolah lantas merumuskan cara baru untuk mengurangi polusi.

            Cara menanam lumut terbilang unik. Tim yang terdiri atas guru lingkungan dan siswa kader lingkungan berompi hijau itu membuat semacam infus besar. Benda tersebut berupa bak besar yang dipasangi keran, kemudian dipasangi selang kecil yang dililitkan ke pohon, lalu ujung selang di sumbat agar air tidak mengucur bebas ke tanah.

            Setelah proses itu selesai, seorang siswa mengisi ember tersebut dengan air. Setelah terisi penuh, keran mulai dibuka. Agar air tersebut membasahi batang pohon, selang tersebut       ditusuk-tusuk dengan jarum dibeberapa sisi. Dan melalui lubang-lubang kecil itulah airpun mulai membasahi batang pohon.

            Ustadzah Layyinah menambahkan, air dalam bak tersebut akan terus diisi sampai sepuluh hari ke depan. ”Batang pohon yang basah dan terkena sinar matahari membuat pertumbuhan lumut semakin cepat,” tuturnya.

            Beliau yakin upaya itu bakal membuahkan hasil, sebab kader lingkungan telah membaca berbagai referensi. ”Ini masih pilot project. Karena itu, kami menanam di pohon yang paling tinggi. Kalau nanti sukses, kami akan sosialisasikan ke sekolah atau instansi lain.” katanya. (umm)

 

Berbaur di Ciputra Cross Countri.

Posted on 03-12-09 by Admin

Ratusan anak dengan berbagai kostum mewarnai lapangan hijau yang berbaur jadi satu di lapangan olahraga SD Ciputra pada pagi (28/10/09) yang lalu. Mereka adalah peserta Ciputra Cross Country (CCC). Yakni lomba lari khusus anak-anak SD. Yang bertujuan selain untuk mengajak gemar berolahraga juga even itu bertujuan menjalin keakraban.

Sebelum bendera start diangkat, anak-anak dari sejumlah SD tersebut lebih dahulu melakukan peregangan otot. Ada yang menggerak-gerakkan kaki, menggelengkan kepala, hingga menggoyang-goyangkan pinggang. Sekitar pukul 08.00 Wib. Lomba lari itu dimulai.

Selain SD Ciputra selaku tuan rumah, beberapa SD lain yang menjadi partisipan adalah SD At-Taqwa, Surabaya Internasional School (SIS), Surabaya European School (SES), Taipei Internasional School (TIS) dan SD Citra Berkat. Jumlah peserta CCC itu mencapai 770 anak.

Ratusan peserta itu dibagi tiga kelompok dari garis start secara bergantian. Kelompok pertama, siswa kelas V  dan IV yang harus menempuh jarak sekitar 4,7 km. Kedua, kelas III dan IV berlari sejauh 3 km. Ketiga, kelompok kelas I dan II yang beradu cepat dalam jarak 2 km.

Masing-masing kelas disiapkan enam medali dengan kategori putra dan putri. Dengan demikian, ada 36 medali yang dibagikan. Panitia mengatakan sengaja tidak menyiapkan uang bagi para pemenang. Sebab, even itu murni bertujuan untuk berkompetisi yang sehat dan sportif. ”Lomba ini juga mengajarkan pada anak bahwa uang bukan tujuan utama berolahraga, ”kata Kepala SD Ciputra Surabaya Ratih Saraswati.

Lebih lanjut dia katakan, tujuan CCC itu adalah menjalankan keakraban antar SD serta melatih kondisi fisik anak. Acara tersebut sudah tahun keempat. Pada tahun pertama dan kedua, CCC hanya ditujukan untuk siswa-siswi SD Ciputra. Lalu, sejak tahun ketiga, mereka mulai mengundang sekolah lain.

            Selain meningkatkan kemampuan fisik anak, kegiatan antar sekolah seperti ini bisa mempererat hubungan sekolah satu dengan yang lain. Dengan demikian, setiap sekolah bisa bekerjasama membangun generasi penerus. Tidak perlu saling menjatuhkan. ”Kami berharap kerjasama semacam ini bisa terus terjalin,” ujar Ahmad Lutfi Ansori, Wakasek kesiswaan SD At-Taqwa. (umm)