Buletin At-Taqwa

yuk belajar

Posted on 20-02-10 by Admin

Hakikatnya setiap manusia itu bodoh. Oleh karenanya, Allah memerintahkan setiap hambaNYA untuk belajar dan belajar. Namun celakanya adalah ketika kita tak sadar akan kebodohan diri kita sendiri dan terus menerus terkungkung dalam kemalasan dan cuma sekedar menikmati kebodohan itu sendiri. Itulah yang disebut orang tolol. Bukan sebuah hal yang hina, belajar itu. Meskipun harus belajar pada seorang yang lebih muda. Yuk belajar!! Meminjam istilahnya aa gym, yuk belajar dengan 3M. Mulai dari diri sendiri. Mulai hal yang kecil. Mulai saat ini juga.

Kenapa belajar harus dimulai dari diri sendiri? Karena kita adalah subyek yang mau tidak mau harus sadar diri dengan segala kelebihan dan kekurangan sehingga bisa belajar dengan baik. Benar, amat sangat berat mengajari orang lain, tapi lebih berat berkali lipat mengajari diri sendiri itu. Karena itu, dengan bercermin pada fakta itu, mari kita beramai-ramai belajar dari dan untuk diri sendiri.

Kenapa harus belajar dari hal kecil? Karena terkadang kita terlalu menyepelekan hal yang kecil. Padahal belum tentu suatu yang kecil itu layakna setetes air di lautan. Tapi pandanglah seperti noktah di kertas putih. Semakin lama, hal yang kecil itu akan semakin banyak. Dan sebelum kita menyadarinya, noktah itu telah menghitamkan kertas putih tadi.

Kenapa harus sekarang? Karena waktu itu rapuh. Dan waktu itu bukan kita yang menguasainya. Tak ada jaminan esok kita masih diberi kesempatan bernafas.

Setiap siswa wajib belajar agar bisa menjadi individu yang terus memperbaiki diri dan akan menjadi siswa yang berkualitas. Setiap hal yang kita alami mengandung nilai hikmah yang bisa kita gali dengan belajar. Semakin sering kita mendalami pembelajaran dari setiap peristiwa, akan semakin peka pula kita dalam memaknainya. Belajar tak sekedar melibatkan lima panca indera dan otak saja, tapi belajarlah dengan mengikutsertakan hati. Karena hal yang membedakan manusia dengan makhluk Allah lainnya adalah hati dan akal. Selain itu, hati sebagai pengontrol manakala apa yang kita pelajari selaras atau tidak dengan nurani. Bukankah Allah akan meninggikan derajat hamba yang berilmu itu?